Keseimbangan Dunia Akhirat, Manifestasi Al-Quran

Al-Quran yang secara harfiah berarti “bacaan sempurna” merupakan suatu nama pilihan Allah yang sungguh tepat, Karena tiada satu bacaan pun sejak manusia mengenal tulis-baca lima ribu tahun yang lalu yang dapat menandingi Al-Quran Al-Karim, bacaan sempurna lagi mulia itu.

Tiada bacaan seperti Al-Quran yang diatur tata cara membacanya, mana yang dipendekkan, dipanjangkan, dipertebal atau diperhalus ucapannya, dimana tempat yang terlarang, atau boleh, atau harus memulai dan berhenti, bahkan diatur lagu dan iramanya, sampai kepada etika membacanya.

Al-Quran menempuh berbagai cara guna mengantar manusia kepada kesempurnaan kemanusiaannya antara lain mengemukakan kisah faktual dan simbolik. Al-Quran tidak segan mengisahkan “kelemahan manusiawi”, namun itu digambarkannya dengan kalimat indah lagi sopan tanpa mengundang tepuk tangan atau membangkitkan potensi negatif, tetapi untuk menggarisbawahi akibat buruk kelemahan itu atau menggambarkan saat kesadaran manusia menghadapi godaan nafsu dan setan. (dikutip dari buku “wawasan Al-Quran” oleh M. Quraish Sihab)

Manifestasi Al-Quran menurut hemat saya, dapat diartikan sebagai perwujudan atau manfaat logis dari Al-Quran. Umat manusia yang dapat mengilhami dan menjalankan misi dan fungsi Al-Quran dengan baik, maka manusia tersebut telah merasakan manifestasi Al-Quran, yaitu akan mendapatkan keseimbangan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.

Disebutkan dalam QS. Al-Syura (42) :17.

Artinya : “Allah menurunkan kitab Al-Quran dengan penuh kebenaran dan keseimbangan”.

Lalu apa fungsi dan misi al-Quran tersebut?

Misi Al-Quran

Misi pertama Al-Qur’an adalah kitab yang mengajak menuju sumber segala kebahagiaan, ia mengajak umat manusia kepada ma’rifat kepada Allah, baik Dzat, Asma’, Sifat-sifat ataupun tindakan-tindakannya. Al-Qur’an mengungkap masalah-masalah di atas dengan ungkapan yang dapat dipahami dan ditangkap oleh semua lapisan, sesuai dengan kesiapan mereka masing-masing.

Disebutkan dalam QS. Fushsilat (30)

Artinya : “sesungguhnya orang-orang yang berkata (berprinsip) bahwa Tuhan pemelihara kami adalah Allah serta Istiqomah dengan prinsip itu, akan turun kepada mereka malaikat (untuk menenangkan mereka sambil berkata), “jangan takut, jangan bersedih, berbahagialah kalian dengan surga yang dijanjikan”.

 Misi kedua Al-Qur’an adalah membawa misi pensucian jiwa dari berbagai kekotoran material agar dapat mencapai kebahagiaan abadi. Sesuai dg tingkat keimanan dan ketaqwaan masing-masing manusia.

Disebutkan dalam QS. Al-Anfal : (2)

Artinya : “sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah mereka yang apabila disebut (nama) Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila di bacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka karenanya, dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakkal”

Misi ketiga ialah menceritakan kisah-kisah para nabi, para wali dan orang-orang bijak serta bagaimana bimbingan Allah terhadap mereka dan peran mereka dalam membimbing umat manusia. Dalam kisah-kisah mereka terdapat banyak pelajaran dan ‘ibrah yang dapat dipetik oleh umat manusia.

Disebutkan dalam QS. As-Shaafat : (99 – 102)

Artinya : Dan Ibrahim berkata: ”Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”

Misi keempat Al-Qur’an adalah mengungkap keadaan dan jiwa orang-orang kafir dan kaum penentang kebenaran serta menjelaskan akibat dan kesudahan mereka serta kehancuran dan kehinaan mereka, baik di dunia maupun di akhirat. Pada setiap kisah mereka yang diangkat dalam Al-Qur’an terdapat nasihat, hikmah, bahkan pelajaran.

Disebutkan dalam QS. Yunus : (90 – 91)

 Artinya : ”…… hingga bila Firaun itu telah hamper tenggelam, berkatalah dia “saya percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan tuhan yang dipercayai oleh bani israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)” “apakah sekarang (baru kamu percaya) padahal sesungguhnya kamu sudah durhaka sejak dahulu dan kamu sudah termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Misi kelima, Al-Quran menerangkan undang-undang syariat Islam dan aturan-aturan Tuhan, seperti salat, zakat, haji, puasa, pernikahan, hukum waris, hukum pidana, dan perdata, perdagangan dan lain-lain. Bahkan beberapa di antaranya disebut dengan terperinci.

Disebutkan dalam QS. Al-Baqarah : (110)

Artinya : “dan dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala pada sisi Allah, sesungguhnya Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan”

Misi keenam Al-Qur’an adalah menyelesaikan permasalahan seputar akhirat dan hari kebangkitan, pembuktian akan kebenarannya, aneka bentuk siksa dan pahala, dan perincian tentang surga dan neraka. Sebagaimana Al-Qur’an juga menyebutkan nasib dan keadaan para penerima kenikmatan dan kebahagiaan dan derajat-derajat mereka. Begitu juga Al-Quran menerangkan tingkatan-tingkatan orang-orang yang sengsara, baik mereka yang kafir, munafik, ataupun pendosa dan fasiqin.

Disebutkan dalam QS. An-Nahl : (84)

Artinya : “dan (ingatlah) akan hari (ketika) kami bangkitkan dari tiap-tiap umat seorang saksi (rosul) kemudian tidak diiizinkan kepada orang-orang kafir (untuk membela diri) dan tidak pula mereka diperbolehkan meminta maaf”

Misi ketujuh Al-Qur‘an adalah cara pemaparan argumentasi yang di sajikan oleh Allah untuk membuktikan kebenaran berbagai permasalahan, seperti kebenaran prinsip tauhid dengan berbagi masalahnya seperti: sifat ilmu, qudrat dan seluruh sifat-sifat kamaliah (kesempurnaan).

Disebutkan dalam QS. Al-Baqarah : (163)

Artinya : “dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada tuhan melainkan Dia, yang maha pemurah lagi maha penyayang”

 Misi kedelapan Al-Qur’an adalah memberikan keputusan akhir bagi perselisihan yang muncul dan sedang berkembang, di tengah-tengah umat manusia tentang perjalanan kehidupan mereka dan memberikan solusi yang benar tentangnya.

Dalam ayat 64 surat An-Nahl, dan ayat 76 surat An-Naml, disebutkan bahwa salah satu misi dan fungsi kehadiran Al-Qur’an adalah memberikan keputusan, kejelasan dan menegakkan hujjah atas apa yang diperselisihkan oleh kalangan kaum musyrikin tentang keyakinan ketuhanan dan amal mereka, dan yang diperselisihkan oleh Ahlul Kitab tentang Isa Al-Masih dan hukum-hukum serta keyakinan mereka.

(QS. An-Nahl : 64)

Artinya : “dan kami tidak menurunkan kepadamu Al-Quran ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan dan petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman” (QS. An-Nahl : 64)

QS. AN-Naml:76)

Artinya : “sesungguhnya Al-Quran ini menjelaskan kepada bani israil sebagian besar dari (perkara-perkara) yang mereka berselisih tentangnya”

Misi kesembilan Al-Qur’an adalah membenarkan kitab-kitab suci dan misi para rosul sebelum Nabi Muhammad Saw. Disebutkan dalam banyak ayat seperti ayat 48 surat Al-Maidah dan ayat 3 surat Ali Imran, bahwa fungsi Al-Qur‘an adalah melegalisir apa yang termuat dalam Taurat, Injil dan kitab-kitab suci sebelumnya, selain itu ia juga berfungsi sebagai “ Muhaimin“ atas kitab-kitab suci tersebut.

(QS Al-Imran : 3)

Artinya : “Dia menurunkan Alkitab (Al-Quran) kepadamu dengan sebenarnya, membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya,dan menurunkan taurat dan injil” 

(potongan QS.Al-Maidah : 48)

Artinya : “dan kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya)…………”  

Fungsi Al-Quran

1.  Sebagai Petunjuk (Huda)

 Sumber : (QS. al- Baqarah:1-2)

Artinya : “alif laam mim, kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya,     petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”

(QS.al- Baqarah:185)

Artinya : “(beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)”

(QS. Al Israa’:9-10)

Artinya : “sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat kami sediakan bagi mereka adzab yang pedih”

2. Sebagai Ruh

Adalah Segala yang menjadikan hati hidup penuh dengan makna. Sebagaimana hal nya tubuh, jika di dalamnya ada ruh maka dia akan hidup, artinya, jika ruh keluar dari badan maka dia akan mati.

Al-Qur’an adalah ruh bagi hati, dan ruh hati lebih khusus daripada ruh badan.  Allah menamainya dengan ruh karena dengan al-Qur’an itu hati menjadi hidup.

Sumber : (QS. AsySyura:52)

Artinya : “dan demikianlah kami wahyukan kepada mu wahyu (Al-Quran) dengan perintah kami. Sebelumnya, kamuu tidaklah mengetahui apakah alkitab dan tidak pula mengetahui apakah iman itu?, tetapi kami menjadikan Al-Quran itu cahaya yang kami tunjuki dengan dia. Siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”

3. Sebagai Cahaya

Allah menamai al-Qur’an dengan Nur (cahaya), yaitu sesuatu yang menerangai jalan yang terbentang di hadapan manusia sehingga tampak segala yang ada di hadapannya. Apakah ada lobang ataukah duri lalu menghindarinya, dan kelihatan pula jalan yang selamat sehingga dia manempuh jalan itu. Al Qur’an adalah cahaya maknawi yang memperlihatkan apa yang bermanfaat bagi anda dalam urusan agama maupun dunia. dan menunjukkan jalan menuju surga sehingga anda menempuhnya berdasarkan cahaya dan bimbingan Allah SWT.

Sumber : (Qs. An Nur : 35).

اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالارْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لا شَرْقِيَّةٍ وَلا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الامْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Artinya : “Alloh (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Alloh, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak disebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya diatas cahaya (berlapis-lapis), Alloh membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Alloh membuat perumpamaan bagi manusia, dan Alloh Maha Mengetahui segala sesuatu.”

4.Sebagai Pembeda

Al-Qur’an membedakan antara yang haq dengan yang batil, antara yang lurus dengan yang sesat, bermanfaaat dan yang berbahaya. Dia menyuruh kita semua mengerjakan kebaikan dan melarang kita dari perbuatan buruk.

Sumber : (QS Ath-Thaariq: 13).

Artinya : “Sesungguhnya, Al-Quran benar-benar firman yang memisahkan  antara yang hak dan yang bathil”

 (QS. Al-Baqarah : 263)

Artinya : “Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari pada sedekah yang disertai dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima)

5. Sebagai Obat Penawar

Obat dari penyakit yang bersifat hakiki (menimpa badan).

Contoh : hipnotis, kesurupan, dll

Sumber : (QS. Yunus:57)

Artinya : Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabb Mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

Obat dari penyakit yang bersifat maknawi (menimpa hati)

Contoh : ragu-ragu, subhat, kufur dan nifak

Sumber : (QS. Al Israa’:82)

Artinya, “Dan Kami turunkan dari al-Qur’an suatuyang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”

6. Sebagai Pembela Di Hari Akhirat

Abu Umamah r.a berkata : “Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur’an, setelah itu Rasulullah S.AW memberitahu tentang kelebihan Al-Qur’an.”

Telah bersabda Rasulullah S.A.W :

“Belajarlah kamu akan Al-Qur’an, di Akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya, ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya :

“Kenalkah kamu kepadaku?”

maka orang yang pernah membaca akan menjawab :

“siapakah kamu?”

maka berkata Al-Qur’an :

“Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari.”

kemudian orang yang pernah membaca Al-Qur’an itu berkata :

“Adakah kamu Al-Quran?”

lalu Al-Qur’an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca menghadap Allah SWT, lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.

Pada ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya :

“Dari manakah kami memperoleh ini semua, padahal amal kami tidak sampai ini?”

lalu di jawab :

“Kamu di beri ini semua karena anak kamu telah mempelajari Al-Qur’an”

7. Al Mau’idzoh (nasehat)

 Sumber : (QS Ali-Imron [3]: 138)

 Artinya : “Al-Qur’an ini adalah penerangan bagi seluruh manusia dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang bertaqwa”

 

Masihkah kita bermalas-malasan untuk membaca, mempelajari, mengkaji dan mengimplementasikan manifestasi Al-Quran dan Masihkah kita meragukan janji Allah?tidak ada alasan. Semoga bermanfaat.

4 thoughts on “Keseimbangan Dunia Akhirat, Manifestasi Al-Quran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s