^_^

Memang teramat sangat sulit memahami bagi jiwa yang belum muthmainnah, mengapa Allah memilihkan jalan menyimpang, berliku-liku, berkelok-kelok, turun-naik, jatuh-bangun, kadang berkubang lumpur, sebelum sampai pada dataran lapang nan lurus. Semua rahasia Allah. Allah lah yang punya hidayah, Dia juga yang berhak memberikan kepada siapapun, kapanpun, di mana pun dan dengan cara apapun..

Nabi sendiri tugasnya adalah sebagai penyampai risalah, mengantar seseorang sampai di depan pintu hidayah. Dibuka atau tidak pintu tersebut, adalah hak Allah semata. Dan batas waktunya sampai ajal menjemput. itu artinya sepanjang ruh kita belum dicabut, selalu ada kemungkinan seorang mendapatkan hidayah-Nya. Sayangnya karena pemahaman yang dangkal dan kebodohan akan kebenaran, kita dengan gampang menuduh sesat orang lain yang tidak sepaham..

Rahasia waktu. waktu menjadi anugerah hidup paling agung. Betapa agung sering bersumpah atas nama waktu?sehari atau setahun bisa jadi hanya hitungan yang berlalu begitu saja. Namun, acapkali beberapa detik saja, bisa mengubah arah hidup manusia untuk selamanya. menjadi baik atau sebaliknya. Duhai engkau yang tak tersntuh oleh waktu. Wahai Engkau yang tak berawal dan tak berakhir……Jika kami menyebut-Mu abadi, kekal, itu semata karena tidak ada bahasa yang bisa mewakili “keabadian-Mu” dan “kekekalan-Mu” yang melampau seluruh bahasa makhluk. (Hadi S. Khuli)

————————–

Ya,

Sungguh benar apa yang diungkapkan beliau. beberapa detik saja bisa mengubah arah hidup manusia. sesingkat itu beliau menggugah rasa yang slama ini tertidur, sadarkan insan yang haus akan ungkapan2 yang apabila engkau membaca dengan “sifat” mutmainnahmu, maka yang kau baca adalah apa yang tersurat selama ini di dalam kehidupan.

hmm…wahai jiwa-jiwa yang bersarang di manusia, Dia lah Allah yang mengatur segalanya dengan ke-MAHAan-Nya. Jika Engkau sangat meyakini itu di dalam pundi-pundi hatimu, aku Yakin tentram lah hatimu, terbuka lah Mata mu melebihi mata-mata yang hanya bisa melihat dunia, hanya pada bungkusnya saja. hidup, kehidupan, hidup menghidupi, menghidupkan, semua kata tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah sebuah kata yang sarat makna dalam..yaitu bahwa betapa semua itu adalah proses, layaknya air yang mengalir di sungai, ada batu, kerikil yang terkadang menyumbat alirannya, tapi begitu lembutnya air yang terus mengalir dan berjalan seiring waktu, semua itu bisa terlewati…dan akhirnya…sampailah air itu di suatu tempat yang luas…itulah laut.

Tergantung kita, mana atau apa yang kita sebut sebagai air, sungai, kerikil, batu dan laut..

Tataplah semua apa yang terlampaui, dulu hingga sekarang sebagai bagian dari jalan menuju ujung yaitu mendapatkan hidayah dari-Nya (Insya Allah) ^_^

Subhanallah, bahwa semua Itu sudah Di atur sedemikian apiknya oleh Allah SWT🙂

2 thoughts on “^_^

  1. hmm..kalimat2nya bgus lee..
    meski ada beberapa yg aq gak paham *maklum anak cupu hehe..
    tp yg bisa aq ambil intinya perubahan itu pasti ada..cpat..lambat..jdi lbh baek..jd lebh buruk..atau ttp..
    n smua trgantung pada niat dari qta.
    bener gak si lee?

  2. =) makasih cukuppu3aja =)
    he em, 100.000 buat cukuppu3aja, begitu juga bener put =)
    tp pesan yg mw ta sampaikan adalah lihatlah semua lebih dari sekedar melihat bungkusnya, tapi artinya,krn smua sudah diatur sedemikian apik sm Allah =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s