Belajar, berbagi, bahagia, InsyaAllah

Biasanya judul adalah cerminan atau kesimpulan dari isi sebuah artikel, tulisan atau bahasan topic tertentu dalam sebuah coretan. Dan termasuk dalam coretan ini.

Berawal dari keterlihatan (terlihat dari raut dan sikap) santri-santri TPQ Al-hidayah, ide pun tercetus untuk sedikit memberi selingan kepada mereka, Ya, selingan yg membuat mereka senang, kreatif, tetap pada topic TPQ dan dikaitkan dengan bagaimana membuat mereka sedikit bahagia sehingga semangat kembali hadir di puing-puing raga mereka. Yup “ LOmba MewaRnai Kaligrafi”

“temen-temen….besok hari rabu bawa pensil warna ya..” kata saya

“buat apa mba?bawa buku gambar juga ta mbak?bawa krayon boleh ga mba?ga punya krayon mba?

Sahut mereka dengan berteriak kegirangan, mulai girang tak sabar menyambut hari rabu, girang krn ga ngaji seperti biasanya, girang krn ga punya krayon dan bebas meminjam krayon temen nya dan membentuk koloni (kelompok, red) sendiri sampe girang kepingin dapet hadiah (padahal saya belum mengumumkan akan ada hadiah menarik). Tapi…Yah itulah anak-anak. Entah mengapa, saya begitu mencintai mereka…mereka polos, nakal, lucu, suka berantem, suka teriak-teriak, suka mengadu pada ku jika ada yang di ganggu temannya, suka tidak focus mengaji, suka jajan, suka lari, bermain di masjid (tentu sbnrnya itu bukan tempat bermain kan? :D)

….adalah anak-anak tempat warna-warni kehidupan..tempat banyak pelajaran di sana jika kita mampu melihat..lagi-lagi dengan mata mutmainnah kita =)

Hari rabu tiba, tak sabar juga saya untuk segera melihat mereka….kertas foto copy kaligrafi pun siap di bagi..

“temen-temen duduk berjajar di bangku ya…sekarang berhitung dulu…mulai dari ujung sana sampe ke ujung situ (sambil menunjuk santri). Siap?! Yak, Berhitung mulai!

1..2..3..4..5…7.. (eh salah), mereka tertawa terbahak-bahak..Subhanallah mengapa saya senang sekali melihat mereka tertawa? =)

Setelah di santri yg paling terakhir berhitung, trnyta 69 santri yang ikut berpartisipasi. Jumlah yang luar biasa =) alhamdulillah.

namun,,,ups, nampaknya ada yang kurang..kertas foto copy kaligrafi!! dengan jumlah mereka,  subhanallah saya melihat mereka bersemangat sekali, saya pun bersemangat juga untuk segera cabut untuk menggandakan kertas kligrafi tersebut.

Jam 16.00 tepat, mewarnai pun di mulai. Mulai deh saya jeprat jepret sana sini, ada yg bingung mw di warnai apa, ada yg tengok kanan kirinya untuk nyontek warna, ada yg sibuk meminjam pensil warna, ada yg bilang ndak bisa mewarnai, ada yg sesekali bertanya kepada saya “mbak..gini ta mbak?” saya pun menjawab “he em, puinter, warnanya buagus (sambil memberi tanda jempol ), eh mereka tersenyum lega.. =) xixixixi, saya bahagia sekali melihat mereka tersenyum =)

Tak terasa satu jam terlampaui, dan anehnya santri-santri masih terlihat berkutat dengan kertas kaligrafinya tanpa menghiraukan waktu yg sudah menjelang petang.

“temen-temen..yang sudah selesai gambarnya di bawa dulu ya, nanti kita poto-poto bersama” kata saya.

HOreeeee!! =) teriak mereka.

“yang belum masih mbak tunggu, tapi 5 menit lagi yak! *sambil kedip-kedip* dan….

”waaaaaaaaaaaaa…..!! teriak mereka dan tergopoh-gopoh menyelesaikan mewarnai kaligrafi nya =)

Rupanya, susah sekali mengatur mereka untuk poto bersama, terutama yang santri putra, fiuhh,,,saya jdi ikut lari-larian sampe kringatan, xixixixi. Ok deh, serahkan pada guru yg laki-laki aja deh, biar saya tinggal potret. Hehe.

1…2…3… ciiiiisss😉 *cekret* =)

“sekarang…itungan ketiga loncat yaaaaa?”

“ yaaaaaaa!!”

meskipun, hanya bermodal kamera Hp 2 MP dan loncatan mereka tidak terlihat bagus seperti foto dari hasil kamera canon, Nikon dan sejenisnya, tp mereka tidak menggubris,tak peduli, yg penting loncat! =) hehehe.

Setelah santri putra, sekarang giliran santri putri, mereka nampak lebih mudah di atur berbaris untuk di foto.

santriwati dan hasil mewarnai kaligrafi nya
Ya..belajar, berbagi, bahagia, Insya allah.

Kata-kata tersebut bisa diartikan dg berdiri sendiri dan atau digabungkan. Dengan belajar kita bisa tau dan paham, dengan berbagi kita bisa bersama merasa, bahagia muncul jika kita belajar dan bisa berbagi, atau ketika kita belajar berbagi kita akan bahagia..kata-kata tersebut bisa disambungartikan, Namun, menurut hemat saya, di balik itu, INSya Allah, hanya dengan ijinNya, kita bisa berbahagia dengan belajar dan berbagi dan atau belajar berbagi =)

Alhamdulillah =)

2 thoughts on “Belajar, berbagi, bahagia, InsyaAllah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s