Seperempat abadku

Deg-deg-an menyambut angka itu, sebelumnya. Bisakah dan mampukah aku menjaga angka (amanah) pemberian Allah berikut lengkap perjalanan kisah di dalamnya. Aku hanya manusia, tidak akan bisa menjaga amanah itu sendiri. Itu sebabnya ada Allah, oleh karena itu Aku meminta tolong kepada Nya untuk tetap menjagaku dan mengiringiku di usia seperempat abad ku dan warna perjalanan hidupku selanjutnya.

Bergulirnya angka

17 tahun di jombang, 18,19, 20 di jogja, 21 di Semarang, 22 di Kopeng, 23 diSemarang, 24 di Bangil, dan kini 25 kembali ke jombang. Sepanjang perjalanan itu…Ya, aku bahagia dengan segudang kisahku, cerianya menuntut ilmu, riuhnya persahabatan, sakitnya dikhianati, hangatnya keluarga, dan semangat kisah kasihnya, terharu aku jika mengingatnya.

Di seperempat abadku, lebih khusus setahun perjalanan menuju seperempat abadku, aku sungguh berterima kasih kepada Allah, Yang begitu banyak menasehatiku secara tersirat, menegaskan kesungguhanNya dalam memberi banyak kenikmatan tak terduga kepadaku…..

Banyak sekali petunjuk-petunjuk tegas dari-Nya, seperti pahitnya ketika berbuat kejelekan dan manisnya buah kesabaran, serta rangkulan lembut di setiap ku menuai rapuh.

Bak, rekolusi refleksi, cerita setahun perjalananku. Semua berjalan fluktuatif secara cepat dan saling meloncat bergantian.

Hari ini…

Nothing special jika dilihat di seperempat abadku. Aku hanya mampu berusaha manfaat kepada sekitarku. Melihat mereka tersenyum, puas dan lega. Ya, hari ini, TPQ yang ku kelola bersama kakakku, mendapat kabar dengan cairnya dana atas proposal yang kita ajukan ke pemda setempat. Sangat bersyukur, mengingat proses ini sangat panjang, butuh waktu 1 tahun penantian, dan kini hampir bisa kita petik buahnya. Bukan untuk aku atau kakakku, tapi murni untuk mereka..adik-adikku, yang kian hari kian semangat dan menginginkan seragam TPQ. Doa kalian terjawab adik-adikku….alhamdulillah… #terharu

Doaku…

Allahku yang baik..diri ini hanya bisa meminta dan berusaha, usaha itupun jika Engkau berkehendak untukku berusaha dengan nafas pemberianMu. Berilah aku hati yang istiqomah untuk terus dapat memantaskan diri atas pemberianMu. Ridhoi seperempat abadku dan Berkahi perjalanan hidupku sekarang dan selanjutnya. Ingatkan aku untuk terus meningkatkan kualitas tali rezeki dari Mu. Izinkan hatiku selalu damai dan bahagia dengan terus mengikuti petunjuk dan NasehatMu. Karuniakanlah aku kesehatan lahir bathin. Izinkan ku untuk bisa memetik mimpi dan citaku, Dan semoga Engkau me-makbulkan doa orang-orang terkasihku, dan selalu menjaganya. Amiin.

Sejatinya, aku tidak ingin meniup cahaya lilinku, Aku ingin terus ada cahaya lilin itu, tidak ingin padam dan leleh tergerus api, terbawa angin lalu mati.

Ketika aku meniup lilin, asap parafin naik dari sumbu, untuk menghidupkan kembali lilin itu perlu ditambahkan magnesium pada sumbu sehingga panas mampu membakar sumbu. Magnesium tersebut akan terbakar dengan cepat jika bercampur dengan oksigen. begitu api padam, panas akan membakar debu magnesium sehingga menghasilkan panas yang dapat membakar uap parafin. dan Akhirnya, api lilin itu hidup kembali.

Bak proses terjadinya cahaya lilin tersebut, pun ketika aku ingin meniup lilin (yg brarti mulainya hidupku dengan umur baruku), aku ingin cahaya itu hadir lagi, seperti semangat magnesium membakar uap paraffin.

Hari ini, ku tekadkan untuk sederhanakan mimpi dan citaku. Bukan membuatnya kecil, tapi membuat alurnya sedikit lebih sederhana seperti sesederhananya tujuan hidup manusia.

^_^

Riuhnya hati di sepinya siangku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s