Tentang “niat” tukang rosok

Tukang rosok (selanjutnya sebut saja pak R). Ya, setelah mendengar profesi itu, pasti yang terlintas di pikiran kita adalah seorang pria, lumayan agak tua, ngalor ngidul di depan rumah sambil bawa motor ato sepeda, baju lumayan kucel dan mungkin orang nya agak sedikit tidak terawatt…?? Tapi, Lain halnya dengan tukang rosok satu ini.


Pagi itu, situasi rumahku,  Alhamdulillah sudah bersih..ya, kami, sekeluarga baru saja menyelesaikan tugas besar, yaitu membersihkan rumah dan membereskan barang2 ato lebih tepatnya memilah-milah lagi barang2 yang menumpuk. Dipilah pilah mana yang masih bisa berfungsi dan mana yang tidak. Yang masih bisa berfungsi, ok bisa kita gunakan lagi. Untuk yang sudah rusak, jangan dibuang, karena ini barang sudah jatah rezeki untuk si tukang rosok. Begitu pikir saya. Saya pun berpesan pada orang rumah barangkali ada tukang rosok lewat, tolong dipanggil dan akan segera saya enyahkan serahkan ini barang kepadanya. Hoho
2 minggu berselang, tampaknya si tukang rosok sedang cuti bersama. Haha. Lha g ada yang lewat babarblas jal. Klo g ada barang aja pada sliweran tu, tp skr ndilalah sedang butuh tukang rosok malah g ada yang lewat….lalu kemudian :

Yuk (pembantu rumah) :” mbak, di belakang ada tukang rosok, ta panggil nya ya?!” sambil berseru semangat.
Saya :”iya yuk, cepetan”

5 menit kemudian si tukang rosok datang. Singkat cerita, Barang-barang di rumah memang sudah siap di pack (karung goni) untuk jika sewaktu-waktu tukang rosok datang tinggal kasih, timbang dan saya gajian hehe #nyengir. Tp ernyata..pak R ini beda…sangat beda kalo saya bilang. Pertama, dia mengeluarkan isi barang di karung goni yg sdh saya siapkan, di tatanya rapi, dan dipilah-pilah (mana plastic, mana kertas dan barang sisa lain), barangkali saja ada barang2 ato kertas penting yang keselip. Kemudian,  di timbang (hisab, hehe). Pak R menimbang dengan sangat hati2..bahkan pak R meminta tolong ibuku untuk menghafalkan sudah dapet berapa kilokah hasil ia menimbang.

Pak R :”bu, niki kulo timbang per 2kg nggeh?tolong samean itung”
Ibu:”oo..nggeh..”
Saya : berfikir “ya allah sopan sekali orang ini”
—–proses penimbangan berlangsung——–

Setelah di total, hasil timbangan kertas adalah 18kg, plastic 4kg. untuk plastik per-kg nya diberi harga Rp 1.250, sedangkan untuk kertas Rp 1.000 (saya agak lupa), pkoknya intinya, total semuanya Rp 23.000.

Saya :”kertas nya ko murah ya pak?ndak 1500 ta per-kg nya?” celetuk saya mencoba menawar sambil bercanda
Pak R : “ngapunten mbak, sa’estu, kulo mboten wanton mbak, saking mriko sak monten”
“maaf mbak, beneran, saya ndak berani mbak, karena dari sananya sudah segitu”
Saya :”mmm…..ta kirain mw di genepin 25ribu gitu pak, hehe”
Pak R : “pun..ngeten mawon mbak, kulo nyuwun barokah e dungo njenengan dan bu kaji nggeh, kulo sukani 24rb, kulo tambahi 1000, pun kersane..kulo sing penting barokah mbak”

(gini aja mbak, saya minta barokah doa mbak dan ibu ya, saya kasih 4rb, saya tambahi 1000, ndakpapa..yang penting barokah mbak)
Saya : —tertegun—mlongo—malu–

Apa yang saya rasakan?ya, saya malu, “heiiii..kamu itu sdh berkecukupan, tp ngasih orang terkadang masih mikir, sedangkan pak R, jauh dari berkecukupan, ia mengorbankan uang 1000 hanya untuk dapet barokah di pembeli, krn itu yang dianggap lebih penting baginya”

Ya allah, seketika itu, saya meneteskan air mata, lagi-lagi allah maha baik, maha sangat baik, mau mengingatkan hambanya dengan cara yang sangat halus dan mengena di hati…dari situ saya sadar, bahwa, jika semua apa yang kita niati untuk mencari berkah hidup, berdoa agar dapat barokah, maka semua akan mengalir, rezeki dan kemudahan hidup lainnya. Contohnya saja pak R, mungkin sebelum saya panggil, jauh dilubuk hatinya, dia mengimani doa barokah dari pembeli, jadi tidak heran jika Allah sengaja mengutus Yuk untuk memanggil pak R datang ke rumah saya. Subhanallah..rezekinya datang sendiri..buah dari mengimani niat…yaitu mencari barokah.
Semoga bermanfaat. Amiin 

7 thoughts on “Tentang “niat” tukang rosok

  1. ITULAH KADANG BUAH BAROKAH TAK ADA HUBUNGANNYA SAMA SEKALI DENGAN BESAR KECILNYA PENDAPATAN.KADANG SEORANG YANG BERPENGHASILAN BESAR TAPI TIDAK BAROKAH JUSTRU HIDUP KEKURANGAN,TAPI WALAU KECIL PENDAPATANNYA TETAPI BAROKAH,BISA MEMBUAT KETENTRAMAN HATI PEMILIKNYA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s