Pesan untuk pasangan suami istri

Hari minggu kemarin (31 maret 2013), saya dan suami mendatangi undangan pernikahan teman suami di klaten. Di undangan tertulis, acara di mulai pukul 10.00 wib – selesai. Karena saking semangatnya, saya dan suami berangkat dari rumah jam 9.30 wib dengan asumsi 30 menit perjalanan klo klo saja pas macet ato jalanan ramai, dan slain itu pengen juga perjalanan nya sesantai mungkin sambil mencari-cari lokasi pernikahan (liat peta undangan). Sesampai di lokasi, saya melirik jam tangan saya, trnyata masih jam 09.55 wib. Hwhwhwhk, ya, kita kepagian. Tapi ga masalah, semakin cepat masuk semakin cepat keluar dan pulang, begitu pikir saya.

Singkat cerita, jebule..ternyata..di nikahan ini ada prosesi acara, dan di daerah klaten memang masih menjunjung tinggi yg namannya prosesi acara (qiroah, sambutan penyerahan manten pria dan wanita oleh perwakilan orang tua masing-masing, dan mauidhoh khasanah), di tengah2 itu tamu-tamu yang hadir di manjakan oleh sajian makanan yg menurut saya ko byk banget. Ya lumayan sih buat ngisi perut yg kebetulan skr ada isi nya dedek, hehe..jd butuh banyak asupan..hehe (kesempatan dalam kelonggaran :D)

Cuaca saat itu sangat panas sekali, pdhl atasnya jg dah di tenda-in tp ko ya tetep aja banyak yg kipas2, meletup-letup lah pkoknya panasnya. Setelah sambutan penyerahan, makan snack dan makanan pembuka, sampailah pada inti acara, yaitu mauidhoh khasanah (sambil makan makanan inti/nasi :D). Pertama kali pak kyai tampil dan akan menyampaikan pesan, lha kok manten nya malah poto2an..😀 oke, alhasil di sindir deh sama pak kyai nya “nek salaman ra sah cipika cipiki, ndak kesuen” hahahahaha..

muslim-couple-in-loveDi mauidhoh ini, pak kyai berdoa agar mempelai dapat meraih sakinah, mawaddah, warahmah, jamaah dan barokah. Selain itu, pak kyai juga menyampaikan 7 pesan penting dalam sebuah pernikahan. Ini berlaku bagi pengantin baru maupun pengantin lama dan di blog ini akan saya share 7 pesan tersebut.

1. Fakhdaruhum yg berarti “berhati-hatilah”

Berhati-hatilah dalam setiap bertingkah laku dan berucap, jangan sampai menyakiti hati satu sama lain. Jika sampai salah satu tersakiti, maka bersegeralah untuk meminta maaf.

2. ‘’Wa’tasimu bihablillaahi jamiiaw wala tafarroqu

Selalu berdua lah, dan janganlah berpisah. Ini sangat penting di tanamkan pada diri masing2 pasangan. Sekuat apapun badai menerjang, pastikan hati suami istri saling terpaut dan terpatri satu sama lain. Karena Ada campur tangan Allah dalam menyatukan 2 hati manusia, ya..suami dan istri.

3. Jangan ada diskriminasi

Janganlah kamu sekalian membeda-bedakan antara keluarga sendiri dengan keluarga pasangan. Janganlah kau anggap mertua adalah orang lain, jika ibu sendiri adalah ibu kandung, maka ibu mertua adalah ibu sambung. Perlakukanlah sama dalam hal apapun.

4.“Biissobri wassholah”

Jika ada masalah, bersabarlah dan sholat. Ketika ada masalah yg cukup bisa membuat bertengkar misalnya, ajak lah pasangan untuk sholat, insya allah semua masalah pasti bisa dibicarakan dan ada jalan keluarnya.

5. Efisiensi dan sederhana

Hendaknya dalam berumah tangga menerapkan point ke 5 ini. Sang istri hendaknya tidak menghambur-hamburkan materi yg telah di nafkahkan, hendaknya mengelola nya dengan efisien. Perumpamaannya, sehari di kasih 10.000, gimana caranya bisa menabung 20.000 per hari. Arti perumpamaan tersebut adalah sebisa mungkin istri menyisihkan uang yang diberikan suami untuk di tabung (saving).

6. Bertanggungjawab

Pasangan suami istri hendaknya bertanggungjawab. Dalam artian, suami bertanggung jawab atas kewajibannya sebagai suami, dan istripun demikian halnya. Jika suami bertanggung jawab menafkahi lahir batin istrinya, maka istri pun berkewajiban melayani suami. Misalnya, setiap pagi membuatkan teh dan sarapan, kemudian suami pun berangkat bekerja mencari nafkah. Jadi semua dilakukan secara seimbang dan output nya adalah harmonis.

Rosululloh pernah bersabda :

 “ Seandainya aku memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada orang lain, niscaya akan aku perintahkan para isteri untuk sujud kepada para suami mereka, karena besarnya hak yang Allah berikan kepada para suami atas mereka” [HR Abu Dawud. At-tirmidzi dan ibnu majah].

 Demikianlah Islam mendudukkan. Sebuah keluarga akan bahagia jika memahami dan mengikuti petunjuk ini. Pasangan yang serasi ialah pasangan yang membangun hubungan mereka di atas pilar ini. Jadilah istri yg tunduk (taat, patuh, manut) pada suami. Apapun yg diperintahkan suami (sejauh itu baik dan tidak melampaui batas) maka lakukanlah. Sebaliknya untuk suami, berkehendaklah yg baik dan adil serta tidak semena-mena atas pernyataan rosululloh diatas.

7. Hiasilah rumah tangga mu dengan agamamu

Hiasilah rumah tangga mu dengan ajaran agamamu. Misalnya, perbanyak membaca al-Quran, sholat berjamaah di masjid, sedekah dan lainnya, Niscaya rumah tangga mu akan selalu harmonis, barokah dan mendapat ridlo Allah swt. Amiiin

Demikian penjelasan 7 pesan dalam pernikahan, saya hanya men-share apa yang telah beliau katakan dalam tausiah nya dengan harapan dapat bermanfaat bagi saya pribadi, maupun para pembaca sekalian. Selain itu, saya berdoa semoga keluarga saya dan pembaca sekalian menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, jamaah dan barokah. Amiin J

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s