Pesan untuk pasangan suami istri

Hari minggu kemarin (31 maret 2013), saya dan suami mendatangi undangan pernikahan teman suami di klaten. Di undangan tertulis, acara di mulai pukul 10.00 wib – selesai. Karena saking semangatnya, saya dan suami berangkat dari rumah jam 9.30 wib dengan asumsi 30 menit perjalanan klo klo saja pas macet ato jalanan ramai, dan slain itu pengen juga perjalanan nya sesantai mungkin sambil mencari-cari lokasi pernikahan (liat peta undangan). Sesampai di lokasi, saya melirik jam tangan saya, trnyata masih jam 09.55 wib. Hwhwhwhk, ya, kita kepagian. Tapi ga masalah, semakin cepat masuk semakin cepat keluar dan pulang, begitu pikir saya.

Singkat cerita, jebule..ternyata.. Continue reading

Advertisements

Tentang “niat” tukang rosok

Tukang rosok (selanjutnya sebut saja pak R). Ya, setelah mendengar profesi itu, pasti yang terlintas di pikiran kita adalah seorang pria, lumayan agak tua, ngalor ngidul di depan rumah sambil bawa motor ato sepeda, baju lumayan kucel dan mungkin orang nya agak sedikit tidak terawatt…?? Tapi, Lain halnya dengan tukang rosok satu ini.


Pagi itu, situasi rumahku,  Alhamdulillah sudah bersih..ya, kami, sekeluarga baru saja menyelesaikan tugas besar, yaitu membersihkan rumah dan membereskan barang2 ato lebih tepatnya memilah-milah lagi barang2 yang menumpuk. Dipilah pilah mana yang masih bisa berfungsi dan mana yang tidak. Yang masih bisa berfungsi, ok bisa kita gunakan lagi. Untuk yang sudah rusak, jangan dibuang, karena ini barang sudah jatah rezeki untuk si tukang rosok. Begitu pikir saya. Saya pun berpesan pada orang rumah barangkali ada tukang rosok lewat, tolong dipanggil dan akan segera saya enyahkan serahkan ini barang kepadanya. Hoho
2 minggu berselang, tampaknya si tukang rosok sedang cuti bersama. Haha. Lha g ada yang lewat babarblas jal. Klo g ada barang aja pada sliweran tu, tp skr ndilalah sedang butuh tukang rosok malah g ada yang lewat….lalu kemudian : Continue reading

Ibu

Cerita ini terinspirasi dari cerita teman kantor yang istrinya baru saja melahirkan hari jumat kemarin.

Singkat cerita, teman saya (sebut saja pak A) menemani langsung proses persalinan istrinya. Dia yang memangku istrinya pada saat proses kelahiran putra mereka. Menurut cerita, dia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana proses seorang wanita (ibu lebih tepatnya) pada saat mengeluarkan sang jabang bayi yang telah di kandungnya selama 9 bulan. Dan 9 bulan itu pun tidak tanpa perjuangan juga.

Setelah sang jabang bayi lahir, pak A langsung keluar dari ruang persalinan istrinya dan langsung mencari ibunya. Ya, tidak lain dan tidak bukan untuk mencium dan memeluk ibunya serta bersimpuh meminta maaf jika selama ini banyak tingkah, kata, sikap yang menyakiti ibunya, dan bila selama ini pak A belum bisa membuat bangga ibunya. Begitu menyentuhnya proses kelahiran anaknya itu, sampai berulang 2 kali pak A bersimpuh meminta maaf dan mencium tangan ibunya.

 

Sungguh, kisah nyata yang menurut saya alurnya simple. Perasaan yang dengan sendirinya tergugah ketika melihat dan ikut merasakan rasa haru bercampur bangga dan bingungketika menemani sang istri melahirkan. Ini menunjukkan bahwa betapa anak terkadang lupa pada proses perjuangan ibunya semasa ia kecil.

Mulai saat ini, sayangi ibumu, rawatlah ibu dengan perjuangan maksimalmu, buatlah ia tersenyum dan bahagia, karena ia sudah cukup banyak menderita dahulu ketika mengandung, melahirkan dan merawatmu. Jangan sakiti ibumu dengan kata-kata kasar, sungguh semua doa makbul ada padanya.

Terima kasih untuk waktu, teman dan cerita terurai yang tlah Allah tunjukkan kepadaku. Sungguh semua atas ijin dan kehendak-Nya.

Keseimbangan Dunia Akhirat, Manifestasi Al-Quran

Al-Quran yang secara harfiah berarti “bacaan sempurna” merupakan suatu nama pilihan Allah yang sungguh tepat, Karena tiada satu bacaan pun sejak manusia mengenal tulis-baca lima ribu tahun yang lalu yang dapat menandingi Al-Quran Al-Karim, bacaan sempurna lagi mulia itu.

Tiada bacaan seperti Al-Quran yang diatur tata cara membacanya, mana yang dipendekkan, dipanjangkan, dipertebal atau diperhalus ucapannya, dimana tempat yang terlarang, atau boleh, atau harus memulai dan berhenti, bahkan diatur lagu dan iramanya, sampai kepada etika membacanya.

Al-Quran menempuh berbagai cara guna mengantar manusia kepada kesempurnaan kemanusiaannya antara lain mengemukakan kisah faktual dan simbolik. Al-Quran tidak segan mengisahkan “kelemahan manusiawi”, namun itu digambarkannya dengan kalimat indah lagi sopan tanpa mengundang tepuk tangan atau membangkitkan potensi negatif, tetapi untuk menggarisbawahi akibat buruk kelemahan itu atau menggambarkan saat kesadaran manusia menghadapi godaan nafsu dan setan. (dikutip dari buku “wawasan Al-Quran” oleh M. Quraish Sihab)

Manifestasi Al-Quran menurut hemat saya, dapat diartikan sebagai perwujudan atau manfaat logis dari Al-Quran. Umat manusia yang dapat mengilhami dan menjalankan misi dan fungsi Al-Quran dengan baik, maka manusia tersebut telah merasakan manifestasi Al-Quran, yaitu akan mendapatkan keseimbangan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.

Disebutkan dalam QS. Al-Syura (42) :17.

Artinya : “Allah menurunkan kitab Al-Quran dengan penuh kebenaran dan keseimbangan”.

Lalu apa fungsi dan misi al-Quran tersebut? Continue reading

Laa tahzan, buka mata hati & be happy

Setelah mendengarkan dengan seksama emtegewe mlm ini, berikut kesimpulan yang bisa saya ambil dan saya share.. :

1. Jangan remehkan yang jelek, karena yang jelek adalah modal utama yang baik. Syukuri apa yang jelek menurut kita karena itu menjadi yang baik dan terbaik jika itu rejeki yang kita punya satu-satunya.

Logikanya, Ketika kita mempunyai raket dan senarnya putus 3, itu menunjukkan jika raket itu jelek (kata sebagian besar orang), akan tetapi kita hanya punya 1, yaitu raket tersebut. Berarti raket tersebut adalah raket terbaik yang kita punya, karena raket tersebut satu-satunya yang kita punya.

2. Keberhasilan bisa jadi tidak terjadi pada musim kita.

Misalnya : jika kita adalah wanita dan seorang istri yang bekerja dengan tidak mendapatkan uang sebagai hasil kerja kita (mengajar mengaji, membantu anak yatim di panti asuhan, ibu rumah tangga yang baik), maka bisa jadi rezeki yang (mungkin bisa di kurs menjadi uang tersebut) hasil dari apa yang telah anda kerjakan akan menjadi limpahan rezeki yang barokah dan diberikan oleh Tuhan melalui suami kita, orang tua kita, anak-anak kita. Jadi…berbahagialah!

Continue reading

^_^

Memang teramat sangat sulit memahami bagi jiwa yang belum muthmainnah, mengapa Allah memilihkan jalan menyimpang, berliku-liku, berkelok-kelok, turun-naik, jatuh-bangun, kadang berkubang lumpur, sebelum sampai pada dataran lapang nan lurus. Semua rahasia Allah. Allah lah yang punya hidayah, Dia juga yang berhak memberikan kepada siapapun, kapanpun, di mana pun dan dengan cara apapun..

Nabi sendiri tugasnya adalah sebagai penyampai risalah, mengantar seseorang sampai di depan pintu hidayah. Dibuka atau tidak pintu tersebut, adalah hak Allah semata. Dan batas waktunya sampai ajal menjemput. itu artinya sepanjang ruh kita belum dicabut, selalu ada kemungkinan seorang mendapatkan hidayah-Nya. Sayangnya karena pemahaman yang dangkal dan kebodohan akan kebenaran, kita dengan gampang menuduh sesat orang lain yang tidak sepaham..

Rahasia waktu. waktu menjadi anugerah hidup paling agung. Betapa agung sering bersumpah atas nama waktu?sehari atau setahun bisa jadi hanya hitungan yang berlalu begitu saja. Namun, acapkali beberapa detik saja, bisa mengubah arah hidup manusia untuk selamanya. menjadi baik atau sebaliknya. Duhai engkau yang tak tersntuh oleh waktu. Wahai Engkau yang tak berawal dan tak berakhir……Jika kami menyebut-Mu abadi, kekal, itu semata karena tidak ada bahasa yang bisa mewakili “keabadian-Mu” dan “kekekalan-Mu” yang melampau seluruh bahasa makhluk. (Hadi S. Khuli)

————————–

Ya,

Sungguh benar apa yang diungkapkan beliau. beberapa detik saja bisa mengubah arah hidup manusia. sesingkat itu beliau menggugah rasa yang slama ini tertidur, sadarkan insan yang haus akan ungkapan2 yang apabila engkau membaca dengan “sifat” mutmainnahmu, maka yang kau baca adalah apa yang tersurat selama ini di dalam kehidupan.

Continue reading

intinya..sama..

sore itu…

setelah keputusan salah satu pilihan takdirku..

*langit sore tertutup kelam, disamping pembungkus tidur coklatku*

sambil meraih laptop dan menemui teman dekatku di sana (dunia maya)

aku menginginkan dia untuk menghujat ku

entahlah…ingin saja..jangan bertanya dan jangan menilai..hujat saja..

demikian permintaan ku padanya.. Continue reading